Total Kapitalisasi Pasar Kripto Anjlok, Terendah Sejak Februari 2021

Share :

Portalkripto.com — Total kapitalisasi pasar kripto anjlok di bawah $1 triliun, menjadi $966 miliar, sejak Senin kemarin, menurut data CoinMarketCap. Anjloknya kapitalisasi pasar gabungan ini menjadi salah satu tanda Crypto Winter semakin dekat.

Penurunan lebih dari 12% dalam sehari ini membawa kapitalisasi pasar kripto ke level terendah sejak Februari 2021 atau 18 bulan lalu.

Jumlah kapitalisasi pasar secara keseluruhan ini turun sebesar 200% sejak menyentuh level tertinggi sekitar $3 triliun pada November tahun lalu. Saat itu Bitcoin juga menyentuh level tertingginya di angka hampir $69,000.

Saat ini terpantau 40 kripto teratas di CoinMarketCap berada di zona merah (tidak termasuk stablecoin). Banyak dari kripto itu yang membukukan kerugian dua digit dalam 24 jam terakhir.

Sementara itu, indeks ketakutan pasar terhadap Bitcoin per tanggal 14 Juni 2022, berada pada level yang ekstrem dengan poin 8. Hal ini menandakan bahwa penurunan market secara luas berakibat pada ketakutan yang sangat ekstrem.

Bitcoin (BTC) diperdagangkan di level $21,952.92 pada Selasa siang atau turun 15,19% dalam sehari dan turun 25,53% dalam sepekan. Blockchain tertua yang pernah meraih kapitalisasi pasar $1,3 triliun, kini bernilai $455 miliar.


Kamu Bisa Jelajahi Artikel Lainnya:

Injak Harga Terendah sejak Februari 2021, Ada Apa dengan ETH?

Tiga Alasan Harga Ethereum Berisiko Turun 25% di Juni 

Berambisi Menaklukan Web3, Jack Dorsey Kembangkan Web5


Ethereum, kripto terbesar kedua di dunia, juga kehilangan lebih dari 15% nilainya dalam sehari dan sekarang diperdagangkan pada $1,159.07. Sementara kapitalisasi pasarnya telah turun menjadi $147 miliar.

Kripto-kripto besar lainnya, termasuk Solana, Dogecoin, Tron, dan Avalanche, menderita kerugian serupa.

Pasar kripto telah mengalami penurunan sejak pertengahan minggu lalu, di tengah kekhawatiran kenaikan inflasi yang bisa mendorong pasar saham dan kripto untuk turun.

Penurunan pasar ini diindikasi terpengaruh oleh kondisi ekonomi global. Di mana, sentimen makro telah mengubah arah pergerakan pasar secara umum, dimulai dari inflasi yang semakin tinggi di beberapa negara. Salah satu negara yang mengalami inflasi paling tinggi adalah Amerika Serikat. Negara adidaya ini melaporkan bahwa inflasi mereka mencapai 8,6% pada Mei, tertinggi sejak Desember 1981.

Selain itu, Indeks harga konsumen (CPI) yang semakin tinggi mempertebal kekhawatiran di kalangan investor bahwa hal itu akan memaksa Federal Reserve menaikkan suku bunga lebih agresif dan memangkas neraca $9 triliun. Hal ini akan akan berdampak pada menurunya selera investor untuk menyimpan kekayaan di aset berisiko, seperti saham,, Bitcoin ( BTC ) dan ETH.