TVL DeFi Naik 20% di 2023, Lonjakan Algorand Tertinggi

Share :

Portalkripto.comDecentralized Finance (DeFi) ikut menggeliat sejalan dengan menghijaunya pasar kripto di awal 2023 ini. Total Value Locked (TVL) atau total kripto yang dideposit dalam platform DeFi tercatat telah melonjak hingga 20% sejak 1 Januari tahun ini.

Menurut data DefiLlama, TVL DeFi secara keseluruhan mencapai $45,26 miliar atau bertambah $6,5 miliar dalam waktu 18 hari.

Kenaikan TVL sejak 11 November 2022. (sumber: DefiLlama)

Angka ini merupakan yang tertinggi sejak kebangkrutan exchange kripto FTX pada 11 November lalu. Namun nilainya masih turun 75% dari puncaknya pada Desember 2021.

Layanan liquid staking Lido menjadi salah satu platform DeFi yang mengalami lonjakan terbesar. Lido saat ini memiliki pangsa pasar yang cukup masif dengan dominasi 14,75% dan TVL $7,38 miliar.

Kenaikan Lido diduga berkaitan dengan upgrade shanghai di jaringan Ethereum yang siap dilakukan pada kuartal pertama tahun ini. Dalam upgrade tersebut token staked ETH bisa dirilis secara bertahap, termasuk yang ada di dalam platform Lido.

Kinerja Algorand Terbaik

Meski Lido memiliki TVL terbesar, namun kenaikan TVL di jaringan Ethereum hanya 10,06% dalam sepekan terakhir. Kinerja platform DeFi di Ethereum berhasil dikalahkan sejumlah blockchain, salah satunya Algorand.

Pada 16 Januari 2023, kenaikan TVL Algorand tercatat mencapai 137% dalam sepekan. Algorand adalah jaringan blockchain throughput tinggi dengan penekanan pada desentralisasi dan skalabilitas.

TVL Algorand kini mencapai $176,33 juta setelah hampir setengah platform DeFi dalam jaringannya mengalami kenaikan dua digit pekan ini. Platform Algofi, Folks Finance, Cometa, dan Algomint berhasil meraih momentum awal 2023.

TVL DeFi Anjlok Rp1,8 Kuadriliun di 2022

Tahun 2022 menjadi tahun terburuk bagi DeFi. Menurut platform data analitik on-chain Glassnode, TVL DeFi di akhir 2022 telah turun 75% dari ATH atau sebanyak $120 miliar. Nilai ini setara dengan sekitar Rp1,8 kuadriliun.

TVL yang mulai anjlok ke $129 miliar pada Januari 2022, sempat naik pada April 2022 ke $165,9 miliar. Sejak itu, TVL terus menukik ke bawah. Ada tiga penurunan signifikan yang terjadi sepanjang 2022.

Pada Mei, saat ekosistem Terra ambruk, TVL DeFi terjun bebas 44% dari $146,03 miliar ke $80,44 miliar hanya dalam sepekan. Saat Three Arrow Capital, Voyager Digital, dan Celsius bangkrut pada Juni, TVL DeFi juga turun 33% dari $78,17 miliar ke $51,61 miliar.

Terakhir, saat exchange kripto FTX bangkrut, TVL DeFi juga terdampak dengan anjlok 28% dari $55,95 miliar menjadi $39,93 miliar. Meski persentasenya lebih kecil, penurunan akibat FTX ini membawa nilai TVL ke level yang cukup rendah, sama seperti periode Februari 2021

TVL DeFi sepanjang 2022. (sumber: DefiLlama)

Apa itu TVL?

TVL secara sederhana didefinisikan sebagai nilai total aset kripto yang terkunci dalam smart contract. TVL dipengaruhi oleh deposit, penarikan, dan jumlah aset yang dipegang oleh sebuah protokol.

Nilai TVL juga bisa berubah sesuai dengan perubahan nilai mata uang fiat atau nilai token asli protokol tersebut.

Seiring dengan terus meningkatnya popularitas dan nilai DeFi di dunia kripto, TVL menjadi metrik penting bagi investor yang ingin mengetahui apakah sebuah ekosistem atau protokol cukup sehat dan layak untuk dijadikan ladang investasi.

Dalam staking, misalnya, TVL menjadi indikator yang sangat berguna bagi investor untuk mengetahui platform DeFi mana yang memiliki rewards tertinggi.