🔥 HOT TOPIC :

Akuisisi Twitter Elon Musk Mendapat Lampu Hijau

Share :

Portalkripto.com — Dewan direksi Twitter mengeluarkan rekomendasi kepada para pemegang saham untuk menyetujui akuisisi senilai $44 miliar oleh Elon Musk pada pertemuan yang akan datang.

Persetujuan para pemegang saham akan menjadi pintu terakhir yang harus dimasuki Musk untuk bisa menguasai raksasa media sosial itu. Waktu voting persetujuan dibatasi hingga 24 Oktober mendatang.

Informasi ini tercatat dalam SEC filing yang diserahkan Twitter ke Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat (AS) pada 21 Juni 2022 kemarin.

Dalam SEC filing tertulis, akuisisi harus dilakukan demi kepentingan Twitter dan para pemegang sahamnya. Kesepakatan awal menyebutkan setiap pemegang saham Twitter akan mendapatkan kompensasi $54,20 per saham jika akuisisi berhasil. Saham Twitter (TWTR) hari ini terpantau naik 3% menjadi $38.91.

Rekomendasi tersebut menjadi langkah terbaru dari perjalanan panjang akuisisi setelah sebelumnya Musk sempat berkelakar akan membatalkan kesepakatan.


Kamu Bisa Baca Artikel Lainnya:

Tether akan Luncurkan Stablecoin yang Dipatok Pound Inggris

Industri Game Berbasis Blockchain Tidak Terpengaruh Crypto Winter

Terancam Bangkrut, BlockFi Menerima Bailout dari FTX $ 250 Juta


Ia mengancam dewan direksi Twitter karena tidak kunjung memberikan data pasti mengenai jumlah akun palsu di platform itu. Banyak orang berspekulasi, Musk sebenarnya ingin keluar dari kesepakatan akuisisi karena jatuhnya harga saham Twitter.

Jika akuisisi berhasil dilakukan, maka tonggak sejarah baru akan tertulis bagi industri kripto. CEO Tesla itu telah berulang kali mengungkap akan mengintegrasikan fitur pembayaran kripto dengan Twitter.

“Uang pada dasarnya berbentuk digital pada saat ini. Akan masuk akal jika mengintegrasikan fitur pembayaran ke Twitter sehingga bisa memudahkan kirim uang,” katanya dalam sesi tanya jawab dengan Twitter pekan lalu.

Ia juga menyoroti banyaknya penipuan kripto di Twitter. Miliarder itu bahkan sempat menjadi korban saat video deepfake-nya beredar di platform tersebut, yang berisi promosi penipuan kripto.