🔥 HOT TOPIC :

Terancam Bangkrut, BlockFi Menerima Bailout dari FTX $ 250 Juta

Share :

Portalkripto.com — Di tengah pasar bearish, exchange kripto dan penyedia layanan dompet digital, BlockFi, mendapatkan bantuan kredit atau bailout senilai $250 juta dari platform kripto terkemuka FTX.

BlockFi telah menandatangani term sheet dengan pertukaran kripto FTX untuk mengamankan fasilitas kredit bergulir senilai $250 juta. Fasilitas kredit bergulir adalah jenis kredit yang memungkinkan debitur untuk menarik uang, menggunakannya untuk mendanai bisnis, membayarnya kembali, dan kemudian menariknya kembali saat membutuhkannya.

CEO BlockFi, Zac Prince, mengatakan aliran modal baru akan meningkatkan neraca perusahaan dan memperkuat platform.

“Hasil dari fasilitas kredit dimaksudkan untuk disubordinasikan secara kontrak ke semua saldo klien di semua jenis akun (BIA, BPY & agunan pinjaman) dan akan digunakan sesuai kebutuhan,” jelas dia.

BlockFi mendapatkan kredit $250 juta di tengah gejolak pasar yang telah membuat sebagian perusahaan kripto mengurangi jumlah karyawannya, seperti dialami BlokcFi sendiri,  dan membuat sejumlah kebijakan penting untuk tetap bertahan. Selain itu, banyak juga yang menutup operasi dan menghentikan penarikan dominasi bearish di pasar.

BlockFi yang pernah ribut dengan regulator sekuritas di tingkat negara bagian dan federal di Amerika Serikat, sejauh ini telah melewati badai musim dingin kripto tanpa gangguan signifikan terhadap pelanggan.

Sementara EO FTX, Sam Bankman-Fried, memuji kebijakan dan manajemen risiko BlockFi. Dia menyoroti bagaimana BlockFi bertindak tegas dan preemptive untuk melikuidasi posisi Three Arrows Capital dan rekanan lainnya yang gagal memenuhi panggilan margin pemberi pinjaman.

Sam Bankman-Fried juga telah mengindikasikan bahwa pemberian kredit ini menjadi langkah pertama menuju kolaborasi yang lebih besar dengan BlockFi.

Perlu Ekosistem Sehat

Pemberian bantuan keuangan ini merupakan yang kedua bagi FTX dalam seminggu terakhir. Pekan lalu, Bankman-Fried membantu broker kripto Voyager Digital yang terancam bangkut dengan pinjaman sebesar $485 juta dalam bentuk tunai dan bitcoin.

Pinjaman yang diberikan kepada BlockFi dan Voyager menandai peningkatan skala dukungan dan keunggulan kelompok yang membutuhkan bantuan.

Bankman-Fried menganggap dirinya memiliki peran penting dalam mendukung pelaku pasar yang kesulitan bahkan dalam kasus di mana FTX tidak terlibat.

Pekan lalu, bersama Deribit dan BitMEX, FTX juga telah melikuidasi sejumlah aset Three Arrows Capital yang dilaporkan telah gagal memenuhi margin call.

“Saya pikir itulah ekosistem yang sehat dan saya ingin melakukan apa yang dapat membantunya tumbuh dan berkembang,” tulisnya di Twitter.


Kamu Bisa Baca Artikel Lainnya:

Vitalik Buterin Sebut Model Analisis S2F Tidak Cocok untuk Bitcoin

WeChat Larang Penggunaan Akun yang Terkoneksi ke Kripto dan NFT

Stablecoin Algoritmik Milik Tron Terus Alami Depegging Usai Turun ke Titik Terendah


Tahun lalu, FTX memasok $120 juta dalam pembiayaan utang ke Liquid, pertukaran kripto yang kehilangan sekitar $90 juta token kriptonya akibat peretasan. FTX kemudian mengakuisisi pertukaran yang lebih kecil.

Tahun ini, exchange kirpto terbesar di dunia berdasarkan volume, Binance, memimpin bailout Sky Mavis, perusahaan yang menjalankan game Axie Infinity play-to-earn yang populer yang diretas hingga lebih dari $600 juta.

CEO Binance, Changpeng Zhao, mengatakan percaya kepada Sky Mavis yang akan membawa pertumbuhan untuk industri yang lebih besar dan perlu mendukungnya ketika mereka bekerja keras untuk menyelesaikan masalahnya.

Kebijakan FTX ini menuai pujian dari komunitas crypto. Salah satunya datang dari kepala eksekutif manajer dana London Nickel Digital Asset Management, Anatoly Crachilov. Ia menyebutkan kepada Financial Times bahwa kebijakan ini bisa menjadi preseden bagi industri yang tidak bergantung pada institusi perbankan. Semangat independensi dan desentralisasi yang dimunculkan oleh kebijakan FTX ini bisa membuat industri kripto lebih mapan.

Crachilov pun mengilustrasikan kebijakan FTX ini mirip dengan yang lazim dilakukan Lender Of Last Resort (lembaga penyedia likuidasi) yang menyelamatkan bank-bank saat badai krisis di tahun 2008.

“FTX memiliki neraca untuk mendukung bisnis ini, dan merupakan kepentingan jangka panjang mereka untuk melihat ekosistem ini bertahan,” ujarnya.