Bitcoin Bukan Tujuan Utama Tesla, Elon Musk: Sebatas Aset Sampingan

Share :

Portalkripto.com — CEO Tesla Elon Musk menjelaskan alasan penjualan 75% cadangan Bitcoin yang dilakukan perusahaannya. Menurut laporan keuangan Q2 2022 terbaru Tesla, total BTC yang dijual senilai $936 juta.

“Alasan kami menjual banyak cadangan Bitcoin kami adalah karena tidak pasti kapan lockdown Covid di Cina akan dilonggarkan. Jadi penting bagi kami untuk memaksimalkan kas kami, mengingat adanya ketidakpastian lockdown Covid di Cina,” ujar Musk dihadapan para investor dalam earning call Tesla hari ini 21 Juli 2022.

Lockdown tersebut tercatat telah menyebabkan laba Tesla turun jika dibandingkan dengan laba di tiga bulan pertama tahun ini. Untuk pertama kalinya sejak pandemi melanda di awal 2020, Tesla tidak mencatatkan keuntungan. Faktor tersebut menbuat rantai pasokan berkurang sehingga berdampak pada tingkat produksi perusahaan.

Tesla melaporkan penghasilan bersih sebesar $2,6 miliar pada Q2 atau turun dari $3,7 miliar pada Q1, tetapi $1 miliar lebih tinggi daripada yang diperoleh tahun sebelumnya. Sementara pendapatan kotornya turun 10% dari Q1 menjadi $16,9 miliar, tetapi naik 42% dari tahun lalu.

Meskipun Cina telah melonggarkan pembatasan Covid di kota-kota besar pada akhir Mei lalu, lonjakan kasus di Beijing dan sejumlah kota mendorong pemerintah untuk kembali memberlakukan lockdown.

Awal bulan ini, lockdown dan tes Covid massal diberlakukan di Shanghai. Penjualan Bitcoin, menurut Musk, berkaitan dengan penghentian produksi pabrik Tesla di Shanghai.

Saat ‘kebijakan nol kasus Covid’ di Cina kembali digalakkan, perekonomian global tentunya akan ikut terdampak. Reuters melaporkan, negara dengan ekonomi terkuat kedua di dunia itu mengalami kontraksi tajam pada Q2 dari sektor produksi industri dan belanja konsumen.

Walaupun melakukan aksi jual, Musk menegaskan Tesla bisa kembali menambahkan cadangan aset digitalnya di masa depan. Ia juga memastikan Tesla belum menjual cadangan Dogecoin.

“Ini tidak boleh dianggap sebagai vonis pada Bitcoin,” katanya,

Bitcoin Bukan Fokus Tesla, Melainkan Credit Carbon

Elon Musk mengatakan bahwa Bitcoin dan crypto asset bukanlah tujuan utama mereka dalam bisnis. Bitcoin dipandang hanya sebagai aset jangka panjang yang dikelola perusahaan. Bagi Tesla cryptocurrency adalah “sampingan” dari tujuan utama Tesla untuk mempercepat munculnya energi yang stabil.

Cryptocurrency bukanlah sesuatu yang banyak kita pikirkan,” katanya.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Menilik Pergerakan Harga Bitcoin di Tengah Kabar Kurang Sedap dari Tesla

Tesla Jual 75% Cadangan Bitcoin, Boncos atau Untung?

Setelah Nyatakan Bangkrut, 3AC Masih Menanggung Utang $3,5 Miliar


Tesla mulai menginvestasikan asetnya ke Bitcoin sejak Februari 2021. Saat itu Tesla membelanjakan uangnya sebesar $1,5 miliar ke BTC. Dengan nilai investasi tersebut, Tesla mengantungi 42.000 BTC dengan pembelian di level harga rata-rata $32.000.

Sebelumnya Tesla juga pernah menjual 10% cadangan BTC pada Maret 2021 yang menghasilkan laba bersih $128 juta. Saat itu, Musk mengatakan, penjualan tersebut untuk membuktikan likuiditas Bitcoin sebagai alternatif kepemilikan kas di neraca perusahaan.

Tesla dikenal sebagai perusahaan otomotif yang kerap mengkampanyekan keberlanjutan lingkungan. Hal ini tak lepas dari lini bisnis Tesla yang menjual lisensi atau sertifikat  yang mengijinkan suatu entitas mengeluarkan karbon. Atau istilahnya kredit karbon.

Penjualan kredit karbon ini mendapat keuntungan yang meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan laporan perusahaan tahun 2021, penjualan kredit karbon Tesla mencapai  $679 juta.

Jumlah ini lebih dari dua kali lipat penjualan kuartal sebelumnya sebesar $314 juta dan bahkan jauh lebih tinggi dari penjualan Q1 2021 ( $518 juta ). Penjualan kredit Q2 2021 dan Q3 2021 masing-masing adalah $354 juta dan $279 juta .