Setelah Nyatakan Bangkrut, 3AC Masih Menanggung Utang $3,5 Miliar

Share :

Portalkripto.com — Three Arrows Capital (3AC) masih memiliki utang sebesar $3,5 miliar kepada 27 perusahaan berbeda. Menurut dokumen pengadilan, kreditur 3AC termasuk Blockchain.com, Voyager Digital, dan pemberi pinjaman Genesis Global Trading.

Dokumen yang diajukan pada 7 Juli itu diungkap ke publik pada Senin lalu oleh Teneo, perusahaan yang disewa untuk mengawasi likuidasi 3AC. Dokumen tersebut merinci likuidasi dan kebangkrutan yang dialami perusahaan pengelola investasi kripto yang berbasis di Singapura itu.

3AC disebut terus gagal melunasi pinjaman dan tidak bisa memenuhi tenggat margin call yang diberikan oleh kreditur. Namun, dokumen pengadilan yang berisi lebih dari seribu halaman tersebut berulang kali membantah bahwa 3AC sudah bangkrut dan harus ditutup.

Dari total utang $3,5 miliar, Genesis, yang berada di bawah perusahaan Digital Currency Group, menjadi salah satu kreditur terbesar. Genesis memberikan pinjaman $2,36 miliar dengan margin 80%.

Dalam sebuah pernyataan tertulis yang dirilis pada 26 Juni 2022, Chief Strategy Officer (CSO) Blockchain.com Charles McGarraugh mengungkapkan, salah satu pendiri 3AC, Kyle Davies, pada 13 Juni 2022, berusaha meminjam 5.000 Bitcoin lagi ke Genesis, yang setara dengan $125 juta.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Mengaku Keuangannya Sulit, Zipmex Tangguhkan Penarikan Aset

Amerika Serikat Diprediksi akan Hadapi Kondisi Inflasi yang Paling Parah


“Untuk memenuhi margin call ke pemberi pinjaman lain,” ujar McGarraugh, dikutip Decrypt. Modus gali lubang tutup lubang ini sama dengan modus skema Ponzi, yakni membayar keuntungan investor dengan dana dari investor baru.

Lebih lanjut, dokumen itu juga menyoroti investasi real estate atas nama istri dan anak pendiri 3AC lainnya, Su Zhu. Bangunan yang dimiliki di antaranya dua tempat tinggal di Singapura senilai $48,8 juta dan $28,5 juta.

“Pada tahap ini, belum jelas bagaimana aset perusahaan (3AC) dikelola oleh pendirinya dan apakah aset perusahaan digunakan untuk membeli (tempat tinggal) yang telah mereka lakukan,” ujar Direktur Pelaksana Senior di Teneo, Russell Crumpler, dalam keterangannya.

“Para pendiri perusahaan yang jelas-jelas bangkrut tidak boleh diizinkan untuk berurusan dengan apa yang mungkin merupakan aset perusahaan,” tambahnya.

Kejatuhan 3AC diduga merupakan imbas dari ambruknya blockchain Terra, yang juga menimbulkan efek domino likuidasi, kebangkrutan, dan masalah keuangan di industri kripto. Berdasarkan dokumen likuidasi, 3AC kehilangan sekitar $200 juta ketika UST mengalami depegging dan nilai LUNA turun pada Mei lalu.