Bitcoin Senilai $5,5 Miliar Habis Terjual Sejak Mei 2022

Share :

Portalkripto.com — Sebanyak 236.237 Bitcoin (BTC) senilai $5,452 miliar telah dijual oleh whale atau investor institusional sejak 10 Mei lalu. Dalam sebuah utas di Twitter, analis Arcane Research, Vetle Lunde, mengatakan aksi penjualan ini diawali oleh pendiri Terraform Labs, Do Kwon.

Luna Foundation Guard (LFG), yang mengendalikan cadangan dana untuk proyek Terra, menjual 80.081 BTC dalam upaya untuk melindungi stablecoin UST dari depegging. Namun upaya itu gagal.

Runtuhnya Terra berimbas pada penambang Bitcoin yang menghadapi tekanan jual. Lunde memperkirakan, penambang telah menjual 19.056 BTC dalam kurun waktu Mei hingga Juni. Bahkan, dalam beberapa kasus, para penambang menjual lebih banyak BTC daripada yang mereka hasilkan per bulan.

Lunde mencatat, ketika penambang terus melakukan aksi jual. Produsen kendaraan listrik garapan Elon Musk, Tesla, juga ikut menyerahkan 29.060 BTC pada akhir Q2 2022.

Pada saat yang sama, perusahaan pengelola investasi kripto Three Arrows Capital (3AC) juga berutang 18.193 BTC dan koin setara dengan 22.054 BTC.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Analisis Pergerakan Harga BTC, ETH, BNB, dan XRP, 22 Juli 2022

Menilik Pergerakan Harga Bitcoin di Tengah Kabar Kurang Sedap dari Tesla


Lunde menambahkan, penukaran besar-besaran 24.510 BTC juga terjadi di exchange Purpose Bitcoin ETF asal Kanada pada akhir Juni. Penukaran itu menyumbang 51% ke dalam cadangan ETF.

Pertumbuhan Pasar BTC

Walaupun pasar kripto mendapatkan tekanan jual yang luar biasa dalam beberapa bulan terakhir, Bitcoin masih terbilang tangguh. Volume perdagangannya bahkan masih di kisaran $20 miliar atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan bull market pada 2017 yang mencapai $12 miliar.

CEO Presto Labs asal Singapura, Yongjin Kim, mengaku setuju bahwa likuidasi dari 3AC dan institusi besar lainnya telah mempengaruhi harga BTC secara signifikan. Namun, ia percaya harga BTC akan kembali ke $30.000 dalam beberapa bulan ke depan.

“Likuidasi itu mendorong harga Bitcoin di bawah harga keseimbangan fundamental,” ujarnya kepada Cointelegraph.

Kim mengatakan, akan membutuhkan waktu bagi investor untuk memupuk kembali kepercayaan mereka terhadap kripto setelah apa yang mereka alami selama beberapa bulan terakhir