Daftar Perusahaan Pemegang Bitcoin Terbanyak, Siapa Teratas?

Share :

Portalkripto.com — Bitcoin (BTC) selama ini dianggap terlalu fluktuatif sehingga sulit untuk diadopsi sebagai cadangan aset oleh perusahaan-perusahaan besar. Namun dalam dua tahun terakhir, ternyata jumlah investor institusional yang membeli Bitcoin semakin meningkat.

Perusahaan perangkat lunak cloud MicroStrategy menjadi perusahaan terbuka pertama yang membeli Bitcoin senilai $425 juta pada Agustus dan September 2020. Langkahnya diikuti oleh perusahaan layanan keuangan Block dan produsen mobil listrik Tesla.

Saat adopsi Bitcoin oleh perusahaan besar semakin meningkat, pasar kripto justru runtuh di 2022 ini. Harga Bitcoin anjlok secara bersamaan dengan turunnya saham teknologi sehingga secara substantial mengurangi nilai aset yang dimiliki perusahaan.

Berikut daftar 10 perusahaan terbuka yang memegang Bitcoin dengan jumlah terbesar saat ini berdasarkan bitcointreasuries.org, setelah beberapa di antaranya harus menjual sebagian besar cadangan kripto mereka karena kondisi pasar.

1. MicroStrategy

MicroStrategy yang merupakan perusahaan di bidang perangkat lunak seluler dan layanan berbasis cloud, secara agresif terus menambahkan BTC ke dalam cadangan asetnya pada 2021-2022. Pada Juli 2022, MicroStrategy memegang 129,699 BTC atau setara dengan lebih dari $2,7 miliar.

CEO MicroStrategy Michael Saylor mengatakan, ia sendiri secara pribadi memegang 17.732 BTC, yang saat ini bernilai lebih dari $387 juta. Data BitInfoCharts menunjukkan, Saylor masuk ke dalam daftar 100 pemilik Bitcoin terbesar.

Menanggapi crypto crash 2022, Saylor mengatakan ia tetap memutuskan untuk menggunakan BTC, bukan emas, sebagai cadangan aset.

“Ini (Bitcoin) jelas lebih baik daripada emas dalam segala hal. Jika sepadan dengan nilai emas, itu (Bitcoin) akan bernilai hingga $500.000 per koin,” ujarnya kepada CNBC.

2. Galaxy Digital Holdings

Galaxy Digital Holdings menjadi perusahaan terbuka pemegang Bitcoin terbesar yang terlibat langsung dengan industri kripto. Saat ini, perusahaan layanan keuangan tersebut memiliki 16.400 BTC senilai $346 juta.

Didirikan oleh Michael Novogratz pada Januari 2018, Galaxy Digital Holdings telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan kripto, seperti Block.one dan BlockFi. Novogratz selama ini memang dikenal sebagai penggemar Bitcoin.

Pada April 2020, Novogratz mengumumkan pembelian BTC yang menurutnya merupakan imbas dari pandemi. Namun, setahun kemudian ia menyatakan emas bisa jadi merupakan aset yang lebih aman karena BTC memiliki volatilitas yang sangat tinggi.

3. Voyager Digital

Perusahaan broker kripto Voyager Digital saat ini memegang 12.260 BTC senilai $259 juta. Pada Mei 2021, perusahaan ini melaporkan pendapatan kuartalan sebesar $60,4 juta atau naik 16 kali lipat dari kuartal sebelumnya.

“Kami melihat tingginya adopsi kripto sebagai aset yang diakui dan dapat diinvestasikan,” kata CEO Voyager Digital Steven Ehrlich pada saat itu.

Namun pada tahun ini, Voyager Digital menjadi salah satu perusahaan yang ambruk dalam crypto crash. Platform tersebut menghentikan aktivitas perdagangan sebelum akhirnya mengajukan kebangkrutan.

4. Tesla

Tesla masuk ke dalam daftar perusahaan tbk yang memiliki cadangan BTC pada Desember 2020. Dalam dokumen yang diajukan ke Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) AS, perusahaan itu berinvestasi di Bitcoin senilai $1,5 miliar.

Tesla kemudian menjual 10% kepemilikan BTC-nya di Q1 2021. CEO Tesla Elon Musk mengatakan penjualan tersebut untuk membuktikan likuiditas Bitcoin sebagai alternatif penyimpanan uang tunai di neraca keuangan perusahaan.


Kamu Bisa Baca Artikel Lainnya:

Tesla Mendulang Cuan Rp 958 Milyar dari Penjualan Bitcoin

Bitcoin Bukan Tujuan Utama Tesla, Elon Musk: Sebatas Aset Sampingan

Pertemuan FOMC dan Dampaknya untuk Pasar Kripto


Pada Maret 2021, Musk sempat mengumumkan Tesla akan menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran, namun kebijakan itu ditarik dua bulan kemudian.

Belum lama ini, dalam laporan keuangan Q2 2022, Tesla mengungkapkan telah menjual 75% cadangan Bitcoin-nya senilai $936 juta. Penjualan ini membuat Tesla sekarang memiliki sisa 10.725 BTC senilai $226 juta dan terhempas dari posisi kedua ke posisi keempat perusahaan tbk dengan cadangan Bitcoin terbesar menurut bitcointreasuries.

5. Marathon Digital Holdings

Perusahaan pertambangan Bitcoin, Marathon Digital Holdings, juga merupakan pemegang besar Bitcoin, dengan memiliki 10.055 BTC yang bernilai sekitar $212 juta.

Marathon Digital menargetkan untuk memiliki 199.000 penambang yang menghasilkan 23,3 exa hash per detik pada 2030, atau meningkat 600% dari tingkat hash pada Desember 2021.

6. Block

Pada Oktober 2020, Block mengumumkan investasi sebesar $50 juta dalam bentuk Bitcoin dan terus berinvestasi dalam Bitcoin sejak saat itu. Pendirinya, mantan CEO Twitter Jack Dorsey selama ini memang dikenal sebagai Bitcoin Maximalist.

Block bahkan berhasil meraup $170 juta dari aset digital yang terungkap dalam laporan keuangan Q4 2020. Saat ini, perusahaan layanan keuangan tersebut memegang 8.027 BTC senilai $169 juta.

Pada Mei 2021, Block menegaskan komitemennya untuk terus memasukkan Bitcoin ke dalam cadangan asetnya. Block juga terus mendukung pengembangan ekosistem Bitcoin.

Perusahaan ini pada awalnya bernama Square, yang berganti nama menjadi Block pada Desember 2021. Nama Block diduga diambil dari teknologi Blockchain yang menopang Bitcoin.

7. Hut 8 Mining Corp

Perusahaan penambangan kripto asal Kanada, Hut 8 Mining, memegang 7.406 BTC, senilai $156 juta. Perusahaan ini juga mengungkapkan pendapatan fiat dengan memanfaatkan cadangan Bitcoin yang ditambang sendiri.

Pada Juni 2021, HUT 8 Mining terdaftar di Nasdaq Global Select Market di bawah ticker HUT. Namun, harga saham perusahaan ini anjlok dari $20 pada November 2021 menjadi di bawah $3 pada Juli 2022 akibat crypto crash.

8. Riot Blockchain

Perusahaan pertambangan kripto yang berbasis di AS, Riot Blockchain, tercatat memiliki 6.654 BTC senilai $140 juta. Perusahaan yang terdaftar di Nasdaq ini melakukan ekspansi besar, yang membuat nilai valuasinya melonjak dari $200 juta pada 2020 menjadi $6 miliar pada 2021.

Meski demikian, harga saham Riot Blockchain telah jatuh dari titik tertinggi sepanjang masa di $70 pada Februari 2021 menjadi di bawah $7 pada Juli 2022.

9. Coinbase Global

Perusahaan kripto Coinbase go public dengan terdaftar di Nasdaq pada April 2021. Perusahaan asal AS ini memulai debutnya dengan harga saham $381, tetapi nilai COIN turun dan kini diperdagangkan di bawah $75.

Pada Februari 2021, Coinbase mengungkapkan memiliki cadangan Bitcoin senilai $230 juta. Sementara pada Juli 2022, kepemilikan Bitcoinnya telah merosot menjadi $94 juta atau sebanyak 4.482 BTC.

10. Bitcoin Group SE

Perusahaan modal ventura yang berbasis di Jerman, Bitcoin Group SE, berada di posisi buncit dengan kepemilikan 3.947 BTC, senilai lebih dari $83 juta.

Perusahaan ini berinvestasi di exchange kripto Bitcoin.de dan bank Futurum yang merger pada Oktober 2020 untuk membentuk bank kripto pertama di Jerman.

Menurut neraca Q2 Tesla, kepemilikan aset digitalnya sebesar $218 juta pada kuartal kedua 2022 atau turun dari $1,26 miliar pada kuartal sebelumnya.

Alamat Wallet Pemegang BTC Terbesar

Sementara itu, berdasarkan data bitinfocharts.com menunjukkan alamat wallet yang memegang Bitcoin terbesar adalah 34xp4vRoCGJym3xR7yCVPFHoCNxv4Twseo yang disimpan di coldwallet Binance dengan total 252.597 BTC senilai $5,3 miliar. Wallet ini memiliki 1,32% dari total koin BTC yang beredar.

Dari data tersebut terlihat wallet masih terus aktif menambah BTC sejak pertama membeli pada 18 Oktober 2018. Sebanyak 0,00059 BTC terakhir ditambah ke wallet ini pada 17 Juli 2022 lalu.

Di posisi kedua ada alamat wallet bc1qgdjqv0av3q56jvd82tkdjpy7gdp9ut8tlqmgrpmv24sq90ecnvqqjwvw97 dari Bitfinex yang memiliki 168.010 BTC senilai $3,5 miliar. Wallet yang dibuat pada 16 Agustus 2019 ini terakhir kali aktif pada 18 Juli 2022 dengan menambahkan 0,0017 BTC.

Sementara alamat wallet 1LQoWist8KkaUXSPKZHNvEyfrEkPHzSsCd ada di posisi ketiga dan tercatat memiliki 125.883 BTC senilai $2,8 miliar. Menariknya, wallet ini baru dibuat pada 15 Juni 2022 lalu.

Kepemilikan BTC-nya melonjak dari 10.500 pada 19 Juli 2022 menjadi 130.000 pada 21 Juli 2022. Dengan demikian wallet ini menambah 119.500 BTC hanya dalam 3 hari.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.