Digital Currency Group (DCG) Tutup Salah Satu Anak Perusahaannya

Share :

Portalkripto.com — Holding perusahaan kripto raksasa, Digital Currency Group (DCG), dilaporkan menutup salah satu anak perusahaan yang bergerak di bidang layanan pengelolaan keuangan, HQ. Dilaporkan CoinDesk, 6 Januari 2023, penutupan dilakukan lantaran kondisi sulit yang dialami DCG terutama di tengah gejolak crypto winter.

“Karena kondisi lingkungan ekonomi yang lebih luas dan crypto winter berkepanjangan menghadirkan hambatan yang signifikan bagi industri, kami membuat keputusan untuk menghentikan HQ pada 31 Januari,” kata DCG dalam sebuah pernyataan.

DCG merupakan holding company sejumlah perusahaan besar yang bergerak di industri kripto. Beberapa anak perusahaan yang bernaung di bawah DCG antara lain Grayscale Investments, Genesis Global, dan CoinDesk.

Kondisi DCG, Genesis dan Grayscale

Baru-baru ini, Genesis dilaporkan telah memecat 30% karyawannya lantaran terkena krisis likuiditas. Sebelumnya, Genesis sempat dikabarkan akan bangkrut pada November 2022 setelah kejatuhan FTX.

Genesis dilaporkan memiliki piutang hingga miliaran dolar kepada Three Arrow Capital (3AC) dan Alameda Research yang ikut bangkrut bersama FTX. Perusahaan tersebut juga mengungkapkan dananya sebesar $175 juta masih tertahan di FTX.

Selain dana nyangkut di 3AC, Alameda, dan FTX, Genesis juga dilaporkan memiliki piutang $575 juta dari perusahaan induknya, DCG. Genesis juga sempat menangguhkan penarikan dana pelanggan beberapa hari setelah kebangkrutan FTX karena masalah likuiditas yang hingga saat ini belum terselesaikan.

Sedangkan Grayscale mengalami kondisi pelik lantaran saham produk andalan mereka, Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) di bursa Nasdaq diperdagangkan dengan harga diskon besar seharga 49% dari nilai aset bersih.

Portofolio unggulan lainnya, Grayscale Ethereum Trust (ETHE) saat ini diperdagangkan dengan diskon 60% dari nilai dasar asetnya. Nilai saham ETHE tercatat telah turun 93% dari level tertinggi sepanjang masanya pada Juni 2019.

Kondisi DCG yang disinyalir tidak baik-baik saja cukup ramai disuarakan pelbagai pihak belakangan ini. Pada 15 Desember lalu, bursa perdagangan kripto Bitvavo menuding DCG mengalami “krisis likuiditas”. Bitvavo kala itu mengatakan mereka memiliki aset 280 juta Euro yang terkunci dan tidak dikembalikan oleh DCG.

“DCG saat ini mengalami masalah likuiditas karena turbulensi di pasar kripto. Akibatnya, DCG menangguhkan pembayaran sampai masalah likuiditas ini diselesaikan.” demikian keterangan Bitvavo.

Belum lama ini, pendiri Gemini, Cameron Winklevoss menulis surat terbuka kepada bos DCG, Barry Silbert. menuding DCG memiliki utang sebesar $1,7 miliar kepada Genesis, yang langsung dibantah oleh Silbert.

Dugaan kesulitan likuiditas yang dialami DCG ini sangat mungkin memberikan efek domino bagi industri kripto. Selain anak perusahaan, DCG juga memiliki portofolio investasi yang sangat luas termasuk kepada BitPay, Circle, Coinbase, CoinFLEX, FTX, Decentraland, Chainalysis, Elliptic, Etherscan, Bitso, Bitpay, Blockchain.com, Blockstream, dan masih banyak lagi.