Mengenal Voyager Digital yang Bangkrut Setelah Terdampak 3AC

Share :

Portalkripto.com — Perusahaan exchanges aset kripto Voyager Digital mengajukan kepailitan alias bangkrut di Pengadilan Distrik Selatan New York pada 5 Juli 2022.

Menurut dokumen pailit yang diajukan, Voyager memiliki lebih dari 100.000 nasabah dan total pinjaman sebesar US$1,1 miliar. Pada 30 April 2022, total aset Voyager berada sedikit di atas US$5 miliar. Sementara total kewajibannya mencapai US$4,9 miliar

CEO Voyager Digital, Stephen Ehrlich, mengatakan perusahaannya mengajukan pailit karena volatilitas dan penularan yang berkepanjangan di pasar aset digital yang sedang lesu.

Voyager yang didirikan pada 2017 adalah salah satu platform cryptocurrency utama yang terbilang tumbuh paling cepat di Amerika Serikat (AS).

Platform Voyager menawarkan cara sederhana dan aman untuk membeli dan memperdagangkan lebih dari 100 mata aset kripto termasuk Bitcoin, Ethereum, dan banyak pilihan altcoin menggunakan aplikasi selulernya.

Menurut data Crunbase, Voyager telah mengumpulkan total $360,1 juta dalam pendanaan selama enam putaran. Pendanaan terakhir mereka dikumpulkan pada 17 Juni 2022 dari putaran Hutang Pasca-IPO.

Voyager terdaftar di bawah ticker CNSX:VYGR dan saham mereka dibuka dengan harga $0,95 dalam IPO pada 11 Februari 2019.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Shiba Inu Perluas Ekosistem dengan Luncurkan Stablecoin

Analisis Pergerakan Harga BTC dan ETH, 7 Juli 2022

Trio Eksekutif JP Morgan Resign, Pindah ke Perusahaan Kripto


Jumlah investor yang terlibat mendanai Voyager sebanyak tujuh yang dipimpin oleh Alameda Research dan Stifel Financial. Lima investor lainnya adalah Digital Currency Group, Galaxy Digital, Blockdaemon, Streamlined Ventures, dan Moving Capital.

Perusahaan dengan kantor pusat di New Jersey tersebut telah melakukan empat investasi. Investasi terbaru mereka adalah pada 10 Mei 2022, ketika Talos mengumpulkan $105 juta. Tiga investasi lainnya adalah CryptoTrader.Tax yang berhasil mengumpulkan dana sebesar $6 juta, USIO ($1 juta), dan Blockdaemon ($28 juta).

Selain investasi, Voyager tercatat mengakuisisi tiga perusahaan. Akuisisi pertama dilakukan dengan mencaplok Ethos.io pada 2019 yang menjadi cikal bakal lahirnya token asli mereka VGX, dilanjutkan dengan VYGR Digital Securities, dan yang terbaru adalah Coinify pada 2 Agustus 2021 seharga $84 juta.

Ekosistem Voyager mengembangkan tiga unit bisnis yaitu perdagangan, pendapatan berasal dari aset, dan token.

Voyager saat ini memiliki lebih dari $110 juta uang tunai dan aset kripto yang akan membantunya mempertahankan operasi harian selama proses kepailitan yang diawasi pengadilan di British Virgin Islands dan New York.

Selain itu, Voyager masih menyimpan sebesar dana lebih dari $350 juta uang tunai yang disimpan di For Benefit of Customers (FBO) di Metropolitan Commercial Bank. Voyager juga memiliki dana sekitar $1,3 miliar aset kripto di platformnya plus dana klaim terhadap Three Arrows Capital (“3AC”) sebesar lebih dari $650 juta.

Voyager pertama kali mengungkapkan masalah keuangannya pada akhir Juni setelah sebuah laporan beredar tentang kegagalan 3AC untuk memenuhi permintaan dari pemberi pinjaman untuk menunjukkan dana tambahan.