Metaverse Buka Peluang Lapangan Kerja untuk Jutaan Orang

Share :

Portalkripto.com – Metaverse merupakan dunia virtual yang memfasilitasi manusia di seluruh belahan dunia untuk berinteraksi dan bertransaksi. Dengan wujud avatar, pengguna metaverse bebas berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa batasan ruang.

Kehadiran metaverse bagi manusia tentunya bukan hanya untuk membeli skin dan bermain game atau bersosialisasi dengan sesama pengguna. Dunia virtual ini justru menawarkan hal yang lebih dari itu, salah satunya lapangan pekerjaan.

Di sektor GameFi yang juga disebut game play-to-earn, pemain dapat mengumpulkan token dan aset hanya dengan berinteraksi dengan hewan-hewan yang dipelihara secara virtual. Aset tersebut kemudian bisa dicairkan menjadi uang sungguhan/fiat.

Melalui cara ini, pekerja virtual dari negara-negara berkembang seperti Filipina bahkan dapat meraup uang sekitar $30 per hari. Mereka bertugas untuk menjaga hewan-hewan virtual milik orang lain dengan imbalan token.

Pemilik hewan nantinya juga bisa mendapatkan uang dari aktivitas itu. Dengan mempekerjakan orang lain, pemilik hewan tidak perlu repot menghabiskan waktu untuk menjaga para hewan dan mengumpulkan token setiap hari.

Hal di atas merupakan contoh sederhana pekerjaan yang bisa dilakukan di metaverse. Ada beberapa contoh lainnya yang lebih kompleks.

Untuk selebritis atau konten kreator, misalnya, metaverse membuka ruang yang lebih besar untuk masuk ke dunia entertaiment secara virtual. Para fans bisa membayar demi bisa berinteraksi dengan idola-idola mereka di dunia maya, seperti influencer atau YouTuber.


Jelajahi Artikel Lain:

Lowongan Pekerjaan di Industri Kripto Masih Bullish

Pendapatan Turun, Robinhood Pecat Ratusan Pegawai tapi Buka Lowongan Tenaga Crypto

Andreessen Horowitz Gelontorkan $600 Juta untuk Start Up Game Metaverse dan Web3


Lapangan Pekerjaan di Metaverse

Tidak semua lapangan pekerjaan yang tersedia berbentuk aktivitas di dalam metaverse. Banyak juga pekerjaan belakang layar yang bertugas agar metaverse tetap hidup, seperti pembuat kode, desainer, hingga developer.

Meski demikian, bagi orang-orang awam yang siap melakukan transisi, sebenarnya pekerjaan di dunia nyata dan di dunia maya tidak jauh berbeda. Seperti contoh-contoh berikut ini.

Sektor Perumahan

Tanah virtual di metaverse, seperti The Sandbox dan Decentraland, sudah banyak yang terjual hingga jutaan dolar. Sektor real estate ini tentunya bisa menjadi ladang pekerjaan bagi mereka yang berpengalaman dalam memasarkan rumah/tanah.

Industri Fashion

Merk-merk fashion ternama seperti Louis Vuitton, Nike, hingga Gucci berlomba-lomba untuk masuk ke dunia metaverse. Seperti di dunia nyata, mereka juga menyediakan busana terkini bagi avatar-avatar di dunia virtual, tanpa ada batasan jenis kelamin dan bentuk tubuh.

Di metaverse, model-model akan memamerkan busana di atas catwalk virtual dan para pecinta fashion akan membayar mahal untuk membeli sebuah busana yang bisa dikenakan oleh avatar mereka.

Industri Musik

Di industri musik, metaverse sudah terbukti bisa membuka keran pendapatan baru. Saat pandemi memaksa beberapa negara untuk memberlakukan lockdown, konser Travis Scott bertajuk Fortnite justru sukses digelar secara virtual. Sebanyak 27 juta orang menonton konser yang digelar pada 2020 itu.

Musisi-musisi yang sudah mulai bereksperimen dengan teknologi Web3 juga memanfaatkannya dengan merilis album edisi terbatas dan eksklusif. Metaverse menawarkan monetisasi langkah para artis untuk bisa lebih dekat dengan penggemar mereka.

Cointelegraph melaporkan, saat ini di metaverse juga sudah banyak toko yang bisa dikunjungi oleh avatar Anda. Toko-toko itu menyajikan banyak hal, dan bisa mengirim barang langsung ke depan pintu rumah Anda di dunia nyata.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat, lapangan pekerjaan baru akan mulai bermunculan di metaverse, seperti kurir dan juga produsen makanan. Di dunia virtual ini, peluang kerja yang diciptakan bahkan bisa mengubah nasib seorang karyawan dengan upah $2 per jam, menjadi seorang jutawan.

Meski tidak semua orang di dunia akan berinteraksi dan beraktivitas di metaverse, namun seperti internet, kehadiran metaverse tidak akan bisa dibendung.