🔥 HOT TOPIC :

Paska Terra Ambruk, WeFund Ancang-ancang Mencari Jaringan Baru

Share :

Portalkripto.com — Kehancuran jaringan Terra tak hanya berdampak pada investor maupun ritel yang memegang koin LUNA atau UST. Proyek-proyek dalam ekosistem Terra pun ikut terdampak ambruknya jaringan yang terjadi sejak pekan lalu.

Salah satu proyek yang mengalami kerugian, ialah WeFund. Apikasi crowfunding untuk proyek-proyek yang menggunakan teknologi blockchain ini harus kehilangan seluruh dana yang berhasil digalang, karena UST terjun bebas.

Chief Marketing Officer (CMO) dan co-founder WeFund Ika Afifah mengaku tidak pernah berekspektasi ekosistem sebesar Terra akan jatuh.

“Pandangan kita tentunya di awal kita shock dan dirasa semua orang akan berpikiran sama (tidak berekspektasi),” ujar Ika kepada Portalkripto, Jumat, 20 Mei 2022.

Ia menjelaskan, perusahaannya tidak sempat melakukan penarikan UST saat terjadi crash. WeFund justru saat itu membeli token LUNA yang harganya sudah mulai turun, berharap ekosistem Terra bisa terbantu.

Setelah depegging UST semakin dalam dan harga LUNA menukik tajam, Ika memastikan seluruh investasi WeFund di dua token tersebut lenyap.

“Karena uang hasil seed sale fundraising kita di UST sejak awal, jadi saat UST nilainya 0 (uang perusahaan) hilang,” ungkapnya.


Jelajahi Artikel Lain:

Jaringan Terra akan Direvitalisasi, Do Kwon Tawarkan Kompensasi untuk Lunatics

Ke Mana Larinya Cadangan $ 3,5 Milyar BTC Terra saat UST Crash?

Binance Tawarkan Investasi untuk Proyek yang Keluar dari Ekosistem Terra


Ika mengakui ada beberapa penawaran yang diberikan CEO Terraform Labs Do Kwon untuk membantu WeFund dan proyek yang terdampak lainnya. Penawaran itu tertulis dalam rencana penyelamatan ekosistem Terra yang diunggah Do Kwon beberapa hari lalu.

Sebagai pemegang UST dan LUNA, perusahaan yang berbasis di Dubai ini dijanjikan distribusi token LUNA baru dari chain hasil fork Terra. Meski demikian, Ika mengatakan belum ada pemberitahuan pasti apakah ada pengembalian dana (refund) untuk menggantikan UST dan LUNA yang ‘hilang’.

Kejatuhan Terra, kata Ika, membuat WeFund merancang rencana untuk masuk ke dalam ekosistem lain selain Terra dengan sistem multichain. Harapannya, WeFund bisa memperkuat strategi dan melebarkan sayap bisnis.

“Maka dari itu solusinya adalah masuk ke ekosistem lain, restart, rebuild, re-fundraising,” ungkap dia.

Perusahaan yang aktif melakukan inkubasi terhadap proyek-proyek kripto ini juga sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa ekosistem, seperti Polygon, BNB, Waves, dan Stellar. Namun, jaringan yang akan dipilih masih dalam proses diskusi.

“Untuk launching token dan develop platform di jaringan apa masih dalam diskusi internal,” tuturnya.

Ika mengungkapkan, ada banyak blockchain layer 1 dan layer 2 yang memberikan dukungan bagi proyek-proyek yang mengalami kerugian dalam ekosistem Terra.

Beberapa dari chain itu menawarkan grant funding, marketing dan development support, dan bahkan jejaring untuk mendapatkan investasi dan kolaborasi dengan proyek lain.

Binance Siap Tampung Proyek yang Keluar

Binance menawarkan dukungan berupa investasi kepada proyek-proyek yang bersedia bermigrasi dari ekosistem Terra (LUNA) ke ekosistem BNB Chain (BNB). Hal ini berkaitan dengan kejatuhan LUNA dan stablecoin algoritmik UST pekan lalu.

Stader Labs akan menjadi salah satu proyek pertama yang bermigrasi dari ekosistem Terra dan berintegrasi dengan BNB Chain. Sebelumnya, Stader Labs telah mendirikan liquid staking di empat blockchain yakni Solana (SOL), Near (NEAR), Fantom (FTM), dan Hedera (HBAR).

Sebelum crash, Terra telah memilki sekitar 113 proyek yang dibangun di atas jaringannya. Namun, pada proposal kedua yang ditawarkan Do Kwon menanggapi kehancuran jaringannya, hanya ada sekitar 31 proyek atau aplikasi yang dipertahankan oleh Do Kwon. Dalam keterangannya, Do Kwon menjelaskan bahwa setiap proyek akan mendapat sejumlah benefit dari peluncuran jaringan baru.

Diantaranya, alokasi darurat (0,5% dari total pasokan). “Setelah peluncuran jaringan untuk menyediakan landasan pacu saat mereka membangun produk. Berkomitmen untuk mengembalikan dana jika produk belum diluncurkan dalam 1 tahun,” tulis proposal berjudul Terra Ecosystem Revival Plan 2 [AMENDED]. 

BNB Chain Fund menawarkan dana sebesar $1 miliar dalam bentuk investasi dan hibah untuk proyek-proyek prospektif yang ingin beroperasi dalam ekosistem BNB Chain. Tim BNB Chain akan menyediakan jaringan tambahan, tokenomik dan dukungan pemasaran, serta pengembangan bisnis.

Direktur Investasi BNB Chain Gwendolyn Regina mengatakan, perusahaannya mendukung pemulihan proyek-proyek yang terimbas masalah dalam ekosistem Terra.

“Ekosistem Terra memiliki banyak kreator dan pengembang berbakat, dan dukungan kami ditujukan untuk membantu para pengembang dan timnya membangun proyek baru di BNB Chain. Oleh karena itu, kami tertarik untuk mendukung pengembang dan proyek mereka agar mereka tidak kehilangan potensi masa depan,” ungkap Regina kepada Cointelegraph.