Tether Ungkap Adanya Serangan Terkoordinir yang Sasar USDT

Share :

Portalkripto.com — Chief Technology Officer (CTO) Tether Paolo Ardoino mengungkapkan dugaan adanya serangan terkoordinasi yang dilakukan oleh pengelola investasi global. Serangan itu bertujuan untuk menempatkan menjatuhkan harga USDT dengan cara memasang posisi short dalam jumlah besar agar pasar terpancing untuk melikuidasi stablecoin terbesar saat ini berdasarkan kapitalisasi pasar.

Dalam sebuah utas di Twitter, Ardoino mengatakan, serangan tersebut diduga dilakukan untuk memicu kepanikan pasar lebih lanjut setelah runtuhnya Terra.

“Dari awal, itu terlihat seperti serangan terkoordinasi, dengan adanya gelombang baru FUD (fear, uncertainty, and doubt), troll armies, clowns, dll,” tulisnya.

Menurut laporan Wall Street Journal, entitas pengelola investasi global tengah mencoba itu memposisikan USDT ke short melalui salah satu broker kripto terbesar, Genesi Global Trading.

Ardoino mengatakan, serangan itu menargetkan USDt/USD perps, spot short selling, hingga DeFi pools. Tujuannya ialah untuk memberikan tekanan agar dana miliaran keluar sehingga likuiditas Tether terganggu dan kemudian token bisa dibeli kembali dengan harga yang jauh lebih rendah.

Ia menduga, mereka juga sudah menyebarkan FUD beberapa bulan terakhir dengan asumsi Tether tidak memiliki jaminan 100% dan didukung oleh surat berharga (commercial paper) Cina.

“Meski sudah ada pengesahan publik dari pihak ketiga, kolaborasi dengan regulator, peningkatan transparansi, upaya untuk menghilangkan surat berharga, mereka tetap berpikir bahwa kami, Tether, adalah hal buruk,” katanya.


Kamu Bisa Baca Artikel Lainnya:

Susul Persib, Persija Jakarta Luncurkan Fan Token

Arus Keluar Aset Kripto Investor Institusional Alami Lonjakan


Ardoino menegaskan Tether memiliki jaminan 100%. Menurutnya, Tether tidak pernah gagal dalam penukaran dan selalu menukarkan USDT dengan $1.

Dia juga membandingkan tether dengan lembaga perbankan dan menyatakan timnya telah memproses lebih dari 7 miliar penukaran, yang tidak mungkin dilakukan oleh bank.

Tether juga mengurangi jaminan surat berharga dari 45 miliar menjadi 8.4 miliar dan akan menghapusnya secara penuh dalam beberapa bulan mendatang.

“Semua surat berharga yang kedaluwarsa telah dimasukkan ke dalam Treasury AS, dan kami akan terus melakukannya hingga jaminan surat berharga menjadi 0. Portofolio Tether lebih kuat dari sebelumnya,” ungkapnya.

Ia terus menekankan USDT adalah satu-satunya stablecoin yang terbukti tangguh di bawah tekanan ekstrem. Meski pengelola investasi global sering dianggap sebagai ‘pahlawan’ dalam industri kripto, ia berbangga diri karena Tether tidak pernah bersinggungan dengan entitas itu meski dalam dua bulan terakhir pasar kripto sedang jatuh.