Wamendag Optimis Industri Berbasis Blockchain di Indonesia Terus Tumbuh

Share :

Portalkripto.com — Kementerian Perdagangan saat ini tengah merancang bursa komoditas khusus kripto dan aset digital. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengungkapkan, bursa tersebut ditargetkan bisa dirilis pada 2022 ini.

Ia mengatakan, persiapan untuk mendirikan bursa aset digital telah dilakukan sejak 2021. Menurutnya, ada fondasi dan syarat yang harus dicermati dengan hati-hati sesuai dengan komitmen Kemendag untuk melindungi konsumen.

“Kami tetap pada komitmen perlindungan konsumen, jika ada bursa, transaksi dilakukan di bursa jadi semuanya lebih jelas dan lebih aman,” ujar Jerry dalam acara diskusi bertajuk ‘Peluang & Tantangan Industri Blockchain di Indonesia’ yang digelar Portalkripto.com di Universitas Diponegoro Semarang, 19 Juli 2022.

Ia menjelaskan ada beberapa teknis yang harus diperhatikan dalam pendirian bursa terkait pedagang, kliring, custodian, KYC (Know Your Customer), sistem pendataan, hingga sistem elektronik.

Jerry juga memastikan perencanaan pembentukan bursa tidak terganggu meski saat ini pasar kripto tengah mengalami penurunan. Ia mengaku optimistis tren kripto tidak akan turun walaupun jumlah transaksi berkurang. “Jumlah token bertambah, jumlah user bertambah, ada bursa (di Indonesia), saya yakin trennya akan naik,” ungkapnya.

Dia menegaskan, di Indonesia, kripto bukanlah alat pembayaran, melainkan komoditas yang regulasinya berada di bawah Kemedag. Aspek-aspek teknis dan kebijakan mengenai kripto diatur langsung melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

“Dalam setiap penyebutannya, kami menyebutkan bukan cryptocurrency (mata uang kripto), tapi crypto assets (aset kripto),” kata Jerry.

Pandangan ini sejalan dengan fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan kripto haram dijadikan sebagai alat pembayaran. Alat pembayaran yang sah di Indonesia saat ini hanya satu, yakni Rupiah.

Nilai Transaksi Berkembang Pesat

Indonesia mengalami perkembangan yang luar biasanya terkait kripto. Pada 2020, transaksi aset kripto tercatat mencapai Rp64,9 triliun menurut data dari Bappebti.

Jumlah tersebut melonjak tajam menjadi Rp859,4 triliun pada 2021 sehingga jika dirata-ratakan, nilai transaksi aset kripto per hari mencapai Rp2,35 triliun. Di paruh pertama 2022 ini, nilai transaksi kripto sudah di atas Rp200 triliun.

Data pertambahan investor aset kripto yang dirilis Bappebti juga menunjukkan kenaikan yang masif. Jumlah investor naik dari 2 juta orang pada 2020 menjadi 15,1 juta orang saat ini.

“(Jumlah investor kripto) lebih banyak dari orang yang main saham di bursa efek,” ujar Jerry.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Kapitalisasi Pasar Kripto Kembali Capai $1 Triliun

Analisis Harga BTC dan ETH Sepekan: Fase Akumulasi?

Nilai Transkasi Aset Kripto Indonesia Sentuh Rp 192 Triliun di Q1 2022


Meski lebih tinggi dari segi pertumbuhan, dari sisi nilai transaksi, kripto masih jauh di bawah saham yang sekarang mencapai Rp3.300 triliun.

Bappebti juga mengungkapkan data demografi yang menunjukkan mayoritas pelanggan kripto adalah anak muda usia 18 hingga 30 tahun. “Ini bisa menjadi dorongan bagi anak muda untuk bisa berkontribusi di aset kripto dari sisi transaksi,” ungkapnya.

Saat ini Indonesia sudah memiliki 25 Pedagang Fisik Aset Kripto yang terdaftar di Bappebti. Sementara itu, Jerry mengungkapkan, membeli kripto di exchange luar negeri tidak masuk dalam regulasi sehingga investor harus benar-benar mengenali risikonya.

Mendag Dorong Token Lokal

Indonesia dinilai lebih maju dari sisi adopsi dan transaksi kripto dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya di dunia. Namun saat ini, aset digital luar negeri masih lebih banyak diminati.

Menurut data Bappebti, lima jenis aset kripto dengan nilai transaksi tertinggi adalah Tether (Rp42,3 triliun), Bitcoin (Rp18,5 triliun), Ethereum (Rp14,2 triliun), Dogecoin (Rp6,8 triliun), dan Terra (Rp 6 triliun).

Jerry mengatakan, Kemendag mendorong pengembang Indonesia untuk meluncurkan token lokal. Token-token Indonesia berpotensi menjadi komoditas ekspor yang dibeli dan diperdagangkan di platform global.

“Tapi buat koin gampang, satu jam jadi. Masalahnya adalah nilainya. Bagaimana caranya agar aset itu memiliki nilai,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, Kemendag siap memberikan perlindungan di dalam negeri, misalnya dengan memberikan afirmasi pajak bagi perilis token lokal. Hal ini tentunya perlu pengkajian yang lebih mendalam.

Dari 20.000 token yang ada di dunia, Bappebti secara resmi telah memberikan izin kepada 229 token untuk bisa diperdagangkan di Indonesia.