Zipmex Ajukan Perlindungan Kebangkrutan di Singapura

Share :

Portalkripto.com — Exchange kripto Zipmex resmi mengajukan permohonan perlindungan kebangkrutan (bankruptcy protection) di bawah Pasal 64 UU Kepailitan, Restrukturisasi, dan Pembubaran Singapura tahun 2018. Dokumen permohonan ini diajukan pada Rabu (27/7) oleh kantor hukum Morgan Lewis Stamford LLC.

Sejak 22 Juli 2022, Morgan Lewis Stamford LLC dilaporkan telah lima kali mengajukan permohonan moratorium agar tidak ada proses hukum terhadap Zipmex hingga kurun waktu enam bulan ke depan. Dengan demikian, Zipmex saat ini tengah melindungi diri dari gugatan pihak ketiga terkait kondisi keuangan yang dialami.

Di bawah UU Singapura, perusahaan yang mengajukan permohonan perlindungan kebangkrutan secara otomatis mendapatkan moratorium selama 30 hari. Moratorium juga bisa didapatkan sesuai keputusan pengadilan Singapura.

Bankruptcy protection adalah sebuah upaya hukum untuk membatasi jumlah uang yang harus dibayarkan oleh perusahaan yang pailit.

Pekan lalu, Zipmex juga ternyata sudah mengajukan keringanan kredit. Semua anak perusahaannya, yakni Zipmex Asia Pte Lt, Zipmex Pte Ltd, Zipmex Company Limited, PT Zipmex Exchange Indonesia, dan Zipmex Australia Pty Ltd dimasukkan dalam pengajuan itu.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Ekonomi AS Menyusut 2 Kuartal Berturut-turut, Joe Biden Bantah Kondisi Resesi

Analisis Pergerakan Harga BTC, ETH, BNB, dan ETC di Tengah Isu Resesi AS

Apakah Bitcoin akan Terdampak oleh Resesi di AS?


“Moratorium bisa memberi ruang dan waktu yang diperlukan Zipmex Group untuk menyelesaikan masalah likuiditas (termasuk rencana pemulihan dari Babel Finance), dan untuk merumuskan rencana restrukturisasi serta mengamankan investasi dan memastikan operasional Zipmex Group tetap berjalan,” tulis Zipmex dalam pernyataan resminya, dikutip Reuters.

Zipmex diketahui resmi menangguhkan penarikan di platformnya pada 20 Juli 2022 lalu, dan langsung beroperasi kembali sehari setelahnya. Tak lama kemudian, Zipmex mengaku telah memberikan pinjaman $53 juta ke dua platform bermasalah, yakni Babel Finance dan Celsius, yang membuat keuangannya terguncang.

Kabar pengajuan perlindungan kebangkrutan Zipmex ini muncul sepekan setelah pendiri dan CEO Zipmex Marcus Lim membantah perusahaannya tengah menghadapi masalah keuangan. Desas-desus kebangkrutan Zipmex sebenarnya sudah berembus dalam sebulan terakhir, setelah Coinbase gagal mengakuisisi exchange ini.

Komisi Bursa dan Sekuritas Thailand pada Senin lalu juga mengungkapkan tengah bekerja sama dengan penegak hukum untuk mencari tahu potensi kerugian selama Zipmex menghentikan fitur penarikannya. Lembaga itu meminta investor yang terkena dampak untuk melapor di situs resminya.

Tanda-tanda adanya ketidakberesan dalam keuangan Zipmex mulai terlihat sejak Rabu, 20 Juli 2022. Exchanges yang berbasis di Singapura itu tiba-tiba mengumukan bahwa mereka mengangguhkan penarikan fiat maupun aset kripto untuk para penggunannya.

“Karena kombinasi keadaan di luar kendali kami termasuk kondisi pasar yang bergejolak, dan kesulitan keuangan yang diakibatkan oleh mitra bisnis utama kami, untuk menjaga integritas platform kami, kami akan menghentikan penarikan hingga pemberitahuan lebih lanjut,” tulis Zipmex di akun Twitter mereka.

Zipmex merupakan exchanges yang memiliki wilayah operasi di sejumlah negara Asia, diantaranya: Thailand, Indonesia, Singapura, dan Australia. Pada Agustus 2021, pengguna Zipmex mencapai 200.000. Perusahaan ini pun pernah mengklaim platformnya memilki volume transkasi kotor lebih dari $ 1 miliar sejak diluncurkan pada akhir 2019.

Berdasarkan data di Coinmarketcap, saat laporan ini ditulis, Zipmex berada di peringkat 159 jajaran exchanges berdasarkan totoal volume perdagangan. Volume perdagangan Zipmex terhitung berada di kisaran $ 5,4 juta. Sebagai perbandingan, exchanges peringkat pertama mempunyai volume perdagangan sekitar $ 21 milyar.

Sementara itu, sumber anonim yang diwawancarai oleh Cointelegraph, mengatakan krisis keuangan Zipmex berpangakal dari bangkrutnya manajer aset asal Hongkong Babel Finance.

Sumber yang dekat dengan lingkaran perusahaan ini mengatakan, bahwa Zipmex telah meminjamkan aset senilai $ 100 juta dengan harapan uang tersebut bisa berputar. Namun, kenyataanya Babel pun tengah menghadapi badai krisis yang besar.

Sumber tersebut un mengatakan, bahwa Zipmex bisa bernasib sama seperti Celsius. “itu mungkin. Babel belum menyelesaikan default mereka, dan itu adalah lubang 100 juta dolar,” ujarnya.