Akankah Kenaikan Dolar AS Menekan Harga Bitcoin?

Share :

Portalkripto.com — Harga Bitcoin kembali menyentuh titik terendah harian di angka $19.341 pada 5 Juli 2022 kemarin setelah dolar AS melonjak dalam pembukaan Bursa saham Amerika Serikat (AS).

Nilai Bitcoin turun hingga $1.000 pada hari itu. Sementara nilai emas spot turun lebih dari 2%, sejalan dengan nilai pasar ekuitas AS. S&P 500 turun 2,2%, sedangkan Nasdaq Composite Index kehilangan 1,7%.

Sebaliknya, US Dollar Index (DXY) berhasil mencapai level 106,59, yang belum pernah dicapai sejak Desember 2002. Kenikan harga dollar ini pun berimbas pada penurunan mata uang lain, seperti Euro, Rupiah dan lainnya.

“Euro mencapai level rekor $ 1,033 pada saat ini. Terakhir terlihat pada 2002–2003 dan DXY, tentu saja, melonjak seperti roket,” ujar analis Bitcoin dari Cointelegraph, Michaël van de Poppe.

Meski demikian, ia meyakini kripto masih bisa bertahan dalam guncangan dolar AS. Menurutnya, tren kenaikan Bitcoin masih harus memakan banyak waktu.

“Terlepas dari kekuatan dolar, kripto tidak terlihat buruk hari ini. (Kripto) bertahan dengan baik. Trennya memang jenuh, tetapi itu biasa terjadi ketika pasar sedang condong ke selatan,” ujarnya di Twitter.

Analis pasar senior di Cubic Analytic, Caleb Franzen, menjelaskan bagaimana DXY mempengaruhi sentimen investor terkait kondisi ekonomi saat ini.

“Selama sepekan terakhir, imbal hasil turun tetapi dolar terus naik. Dinamika ini membuktikan, investor tengah bergegas mencari tempat yang aman, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran akan resesi,” katanya.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Ethereum Diprediksi Turun 40% di Tengah Ancaman Resesi

Bitcoin Mulai Ditinggalkan Investor Karbitan


Crypto Fear & Greed Index terpantau berada di level 19/100 pada hari itu, yang menunjukkan adanya ketakutan ekstrem dalam sentimen investor. Angka ini bahkan merupakan yang tertinggi dalam dua bulan.

Kontributor platform analitik on-chain CryptoQuant, Edris, ikut menganalisis sentimen pasar berjangka Bitcoin. Menurutnya, investor perlu berhati-hati dalam membuat kesimpulan.

Edris mengatakan, rasio beli-jual Bitcoin taker, yang menunjukkan apakah pembeli atau penjual yang memegang kendali pasar, menunjukkan sinyal membaik.

“Namun, perhatikan bahwa bisa jadi hal itu justru tidak menimbulkan bullish dan nilai terus turun. Jadi, banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan dengan cermat dalam beberapa minggu mendatang,” katanya dalam sebuah postingan blog.

 

Harga Bitcoin saat laporan ini ditulis berada di level $ 20 ribu. Sehari sebelumnya, aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar ini sempat hampir brekout mengejar level $ 21 ribu namun tertahan saat berada di titik $ 21,750. Pada perdagangan hari ini, 6 Juli 2022, Bitcoin nampak mencoba untuk kembali mengejar resistensinya di area di atas $ 20,200.