Bitcoin Mulai Ditinggalkan Investor Karbitan

Share :

Portalkripto.com — Laporan terbaru perusahaan analitik blockchain Glassnode mengungkapkan, investor tipe ‘tourist’ atau karbitan yang memegang koin jangka pendek, banyak yang meninggalkan Bitcoin. Hanya investor-investor jangka panjang yang masih memegang dan melakukan transaksi BTC.

Dalam laporan OnChain mingguan yang diterbitkan 4 Juli 2022 lalu, Glassnode mengatakan, pada Juni 2022, Bitcoin mencapai kinerja terburuk dalam 11 tahun terakhir, dengan kerugian mencapai 37,9%. Level aktivitas Bitcoin hampir mendekati bear market yang terjadi pada 2018-2019.

“Jaringan Bitcoin mendekati keadaan di mana hampir semua entitas spekulatif dan ‘market tourist’ telah sepenuhnya keluar dari aset tersebut,” tulis Glassnode.

Glassnode mengungkapkan, jumlah alamat aktif juga terus turun lebih dari 1 juta sejak November 2021, menjadi sekitar 870.000 per hari selama sepekan terakhir. Artinya, investor baru atau investor lama banyak yang tidak lagi bertransaksi dalam blockchain ini.

Demikian pula dengan jumlah entitas aktif atau kumpulan alamat yang dimiliki oleh sebuah institusi, yang ikut turun dan sekarang berjumlah sekitar 244.000 per hari. Pertumbuhan entitas baru juga turun ke posisi terendah jika dibandingkan bear market 2018-2019, dengan 7.000 entitas baru Bitcoin setiap hari.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Menilik Penurunan Bitcoin dari Kacamata Investor

Pelaku Industri Kripto Optimis Badai akan Berlalu


Meski demikian, jumlah alamat yang memiliki saldo BTC di atas nol sudah mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Saat ini total alamat yang memegang Bitcoin mencapai lebih dari 42,3 juta alamat.

Glassnode mencatat, jumlah shrimp dan whale juga meningkat cukup signifikan. Shrimp merupakan istilah bagi investor yang memegang kurang dari 1 BTC dan whale merujuk pada investor yang memiliki 1.000 hingga 5.000 BTC.

Shrimp, yang melihat harga Bitcoin sebagai peluang, terus bertambah hingga memiliki nilai akumulasi hampir 60.500 BTC per bulan. Menurut Glassnode, angka ini cukup signifikan, setara dengan 0,32% dari pasokan BTC per bulan.

Sementara jumlah transaksi cenderung stagnan, yang menunjukkan kurangnya permintaan BTC tetapi investor masih banyak yang bertahan dalam kondisi pasar bearish.