Harian Kompas Pelopori Model Bisnis Media Berbasis Blockchain di Indonesia

Share :

Portalkripto.com — Salah satu media cetak paling berpengaruh di Indonesia, Harian Kompas, resmi merilis nonfungible token (NFT) dalam proyek Narasi Fakta Terkurasi pada 28 Juni 2022, bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) ke-57. Proyek ini menghadirkan kurasi arsip produk jurnalistik di dalam jaringan blockchain.

Total ada 57 aset digital yang dirilis dengan tema ‘Indonesia dalam 57 peristiwa’, yang berbasis arsip dari rangkaian peristiwa bersejarah Indonesia di sepanjang usia Harian Kompas berdiri. NFT Kompas ini menampilkan foto halaman depan koran Kompas yang terbit pada 1965 hingga 2022.

Edisi Harian Kompas paling tua yang dijual dalam bentuk NFT adalah koran yang bertajuk “Pemakaman 7 Pahlawan Revolusi”, yang terbit pada Kamis, 6 Oktober 1965. Dalam keterangannya, edisi ini berisi tentang pemakaman tujuh perwira TNI AD alias para “Pahlawan Revolusi”, pascaperistiwa Gerakan 30 September (G30S).

Dalam keterangan resminya, Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Budiman Tanuredjo mengatakan, peluncuran NFT merupakan langkah Kompas untuk terus sejalan dengan perkembangan teknologi.

Ia memastikan, NFT Kompas tetap dikurasi oleh redaksi sehingga tetap berada dalam jalur visi dan misi Kompas.


Kamu Bisa Baca Artikel Lain:

Bagaimana Blockchain bisa Mendorong Kualitas Jurnalisme?

Blockchain di Persimpangan Jalan


Tertulis dalam whitepaper, NFT Kompas tersedia di blockchain Ethereum. Jaringan ini dipilih selain karena salah satu yang terpopuler di dunia, juga karena tengah berupaya mengurangi dampak emisi karbon.

Produk NFT Kompas bisa dibeli di marketplace NFT OpenSea. Satu NFT dihargai 0,1 ETH atau sekitar Rp1,8 juta (dengan kurs ETH/IDR saat ini).

Private mint sudah bisa dilakukan pada 27 Juni 2022 kemarin, sementara public mint mulai dibuka pada 28 Juni 2022 di OpenSea.

Ada sejumlah utilitas yang bisa dimanfaatkan oleh pemilik NFT, salah satunya mendapatkan arsip PDF koran 1 edisi yang sesuai dengan tanggal arsip NFT yang dimiliki.

Pemilik NFT juga mendapatkan akses ke portal berita kompas.id selama 12 bulan untuk lima akun. Terdapat pula satu kaus eksklusif bergambar edisi NFT yang dimiliki.

Selain itu, pemilik bisa mendapatkan diskon 30% untuk pembelian buku dan merchandise di gerai.kompas.id selama 12 bulan. Pemilik NFT juga mendapatkan gratis satu kali kepesertaan di Kompas Institue dan diskon 30% untuk kepesertaan selama 12 bulan.

Perusahaan Media dan Blockchain

Harian Kompas menjadi media arus pertama di Indonesia yang telah mengintegrasikan model bisnisnya dengan teknologi blockchain. Langkah yang diambil oleh harian yang paling populer di Indonesia ini bisa menjadi prototype bagi perusahaan media lainnya untuk beradaptasi dengan teknologi blockchain.

Selain Harian Kompas, media arus utama di luar negeri, seperti Majalah TIME, AFP, Forbes, pun telah mencoba mengintegrasikan model bisnis mereka dengan teknologi blockchain.

Majalah TIME menjadi salah satu media besar yang paling progressif menyambut teknologi baru ini. Media paling berpengaruh di dunia ini kini telah memilki skema berlangganan menggunakan aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum. Bahkan, TIME mengumumkan telah membeli aset kripto ETH (Ethereum) di bawah perusahaan manajemen investasi kripto Galaxy Digital.

Sejumlah ahli dan peneliti mengungkapkan bahwa teknologi blockchain bisa diadopsi oleh industri media. Blockchain bisa menjadi katalis dalam disrupsi yang kini dialami oleh perusahaan media.

Dalam sebuah jurnal yang diterbitkan Columbia Journalism Review (CJR) bertajuk Blockchain in Journalismmenyebutkan teknologi ini dinilai bisa menjadi jawaban untuk mendorong kemajuan industri media di masa depan dengan memungkinkan adanya pembayaran bagi penulis, menyediakan iklan digital, dan melakukan validasi hak cipta.

Sejumlah blockchain telah memulainya. Mereka siap mengembalikan kekuatan jurnalis melalui tulisan-tulisannya, serta menghilangkan kepentingan eksternal.

Proyek ini tak hanya fokus pada cara mendapat uang dan cara menggaet pembaca, tetapi juga untuk menghidupkan kembali jurnalisme yang telah menghadapi krisis dalam beberapa tahun terakhir.

Blockchain diharapkan bisa memperbaiki kepercayaan masyarakat kepada jurnalisme. Optimisme ini tentunya bisa menciptakan lingkungan terdesentralisasi yang menandai awal dari era baru jurnalisme.