Bitcoin Kembali Terjun ke Area Koreksi, Aksi Ambil Untung Faktor Penyebabnya

Portalkripto.com– Harga mata uang kripto (cryptocurrency) Bitcoin kembali terjun ke area koreksinya, pagi ini, Kamis, 25 Maret 2021. Berdasarkan data Coinmarketcap harga Bitcoin saat laporan ini ditulis, turun 3,80% menjadi US$ 52600 atau sekitar Rp 760 juta.

Penurunan harga Bitcoin ini dinilai menjadi koreksi yang cukup dalam setelah koin ini mencapai harga tertinggi di 13 Maret 2021, yang menginjak harga US$ 60 ribu. Dalam seminggu terakhir sejak harga tertingginya total penurunan harga Bitcoin sebesar 12,5%.

Sejumlah analis menyebutkan, fenomena ini disebabkan oleh aksi tarik keuntungan yang dilakukan oleh investor besar yang sebelumnya membeli Bitcoin sebelum mencapai harga tertingginya.

Berdasarkan laporan CoinGecko, dikutip dari Cointelegraph, kapitalisasi pasar BTC saat ini sebesar US4 980 miliar, turun US$ 140 miliar selama tujuh hari terakhir. 

Data Glassnode pun mengungkapkan bahwa telah terjadi penarikan dalam jumlah yang cukup besar dari wallet (dompet) investor besar di pasar BTC. 

LIHAT JUGA: Tiga Faktor yang Sebabkan Harga Bitcoin Turun Hari ini

Menurut CoinGecko, kapitalisasi pasar BTC saat ini $ 980 miliar, turun $ 140 miliar selama tujuh hari terakhir sejak Kamis lalu, 18 Maret.

Seorang analis crypto Willy Woo, di akun Twitternya menyebutkan bahwa jumlah kapitalisasi pasar BTC yang sempat menyentuh lebih dari US$ 1 triliun tersebut bentuk sokongan dari para investor besar. Namun, nampaknya para investor besar tersebut telah mengambil untung setelah BTC mencapai harga tertingginya. 

“$ 1T sudah sangat didukung oleh investor. Menurut saya terlihat ada peluang yang adil kita tidak akan pernah melihat Bitcoin di bawah $ 1T lagi,” ujar Willy dalam akun Twitternya yang dipublish pada 21 Maret 2021.

Sebelumnya, Portalkripto telah membuat laporan yang mengutip penelitian Glassnode, bahwa sinyal kemunduran ini bisa berlanjut.

LIHAT JUGA: Bitcoin (BTC) Bergerak ke Area Koreksi, Bagaimana Tren Selanjutnya?

Glassnode menggunakan metrik cadangan risiko, yang menilai kepercayaan pemegang jangka panjang relatif terhadap harga Bitcoin, untuk menyarankan kondisi yang mirip dengan paruh kedua atau tahap selanjutnya dari pasar bullish.

Sementara itu, CryptoQuant, menganalisis aliran BTC ke dan dari bursa untuk memprediksi bahwa perlu beberapa waktu untuk meningkatkan permintaan / penawaran.[]

ARTIKEL TERKAIT

 

 Elon Musk: Tahun Ini Produk Tesla Bisa Dibeli Pakai Bitcoin!

78% Bitcoin Ditahan untuk Jangka Panjang: Sentimen Investor Makin Positif

Survey JPMorgan: Pembelian Bitcoin oleh Investor “Eceran” Meningkat Drastis

Tren Bitcoin Terus Meroket, Jauh Meninggalkan Emas

 

UNTUK ANALISA DAN TEKNIKAL KRIPTO KLIK INI

 

Disclaimer:

Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.